Kamis, 03 Mei 2012

“Melalui Model Pembelajaran Example Non Example dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X-5 Materi Asal Usul dan Persebaran Manusia di Kepulauan Indonesia Pada SMAN 1 Banda Aceh Tahun Ajaran 2011/2012”.


ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Melalui Model Pembelajaran Example Non Example  dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X-5 Materi Asal Usul dan Persebaran Manusia di Kepulauan Indonesia Pada SMAN 1 Banda Aceh Tahun  Ajaran 2011/2012”. Penelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran sehinggga dapat berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar siswa sehingga diperlukan suatu perubahan dalam proses belajar mengajar baik yang dilakukan oleh guru maupun oleh siswa. Model pembelajaran example non example diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan model example non example. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-5 SMAN 1 Banda Aceh dan objek penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif example non example. Kegiatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memperoleh data dan analisisnya melalui kajian-kajian reflektif, partisifatif, dan kolaboratif. Teknik pengolahan data menggunakan statistik deskriptif kualitatif. Kegiatan pembelajaran pada penelitian ini direncanakan terlebih dahulu dan dilaksanakan melalui 2 macam siklus. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa 1). Menunjukkan adanya peningkana ketuntasan rata-rata pada hasil belajar siswa pada tiap-tiap siklusnya; 2). Aktivitas siswa telah mencerminkan pelaksanaan model kooperatif example non example; 3). guru dalam mengelola pembelajaran dengan mengunakan model kooperatif example non example selama siklus I, II, III mengalami peningkatan; 4). Terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dengan penerapan model example non example pada pelajaran sejarah.

Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, Example Non Example, Motivasi Belajar.

PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA POKOK BAHASAN USAHA DAN ENERGI DI KELAS XI IPA MAN MODEL BANDA ACEH


ABSTRAK

Kreativitas sangat perlu dikembangkan pada proses pembelajaran fisika, karena dapat melatih siswa secara mental untuk menemukan pemecahan masalah yang disajikan dalam pembelajaran. Akan tetapi selama ini perhatian guru terhadap kreativitas siswa dalam pembelajaran masih kurang, sehingga siswa kurang cakap dalam memecahkan masalah. Peningkatan kreativitas siswa dapat didukung oleh penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah, dimana siswa membangun sendiri pengetahuan dan memecahkan permasalahan yang disajikan secara lebih mandiri. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dengan menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah pada pokok bahasan usaha dan energi, (2) Untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah pada pokok bahasan usaha dan energi, (3) Untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa melalui model pembelajaran berdasarkan masalah pada pokok bahasan usaha dan energi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Teknik pengumpulan  data menggunakan teknik observasi dan angket. Data yang diperoleh melalui teknik observasi diolah dengan menggunakan rumus statistik deskriptif, sedangkan data yang diperoleh dari angket diolah dengan menggunakan skala Likert.  Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 4 MAN Model Banda Aceh, dengan jumlah siswa 32 orang. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan, bahwa: (1) Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan pelaksanaan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah. (2) Respon siswa kelas XI IPA 4 MAN Model Banda Aceh sangat positif terhadap kegiatan belajar mengajar dengan penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah. (3) Penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah pada pokok bahasan usaha dan energi terbukti dapat meningkatkan kreativitas siswa, pada siklus I kreativitas siswa berada pada kategori rendah, pada siklus II kreativitas siswa berada pada kategori sedang, sedangkan pada siklus III terjadi peningkatan kreativitas siswa yaitu dengan kategori tinggi.



penerapan model kooperatif dengan metode drill untuk meningkatkan hasil belajar siswa


ABSTRAK
Peningkatan kualitas pendidikan matematika tidak pernah lepas dari peran aktif guru sebagai pengajar dan pendidik untuk menciptakan siswa yang memiliki hasil belajar yang tinggi dengan membuat pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Namun, dalam pelaksanaannya guru kurang memvariasikan model pembelajaran sehingga PBM (Proses Belajar Mengajar) terasa monoton, membosankan, dan menimbulkan kesan bahwa matematika itu sulit. Oleh sebab itu,  dilakukan penelitian tentang penerapan model kooperatif  dengan metode drill untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa, dalam meningkatkan kemampuan pemahaman siswa, serta mengarahkan para siswa untuk belajar berkelompok dan membantu mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model kooperatif dengan metode drill. Di samping itu, pada saat penelitian ada hal-hal yang sangat penting dan mempengaruhi dalam penentuan hasil belajar siswa, yaitu: kemampuan guru dalam menerapkan model kooperatif dengan metode drill, mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam menerapkan model kooperatif dengan metode drill, mengetahui respon siswa dalam pembelajaran model kooperatif dengan metode drill. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 MAN Model Banda Aceh, dengan jumlah siswa 35 orang dan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pembelajaran model kooperatif dengan metode drill pada materi turunan fungsi aljabar. Teknik pengolahan data menggunakan statistik deskriptif.   Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan, bahwa: (1) Menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan rata-rata pada hasil belajar siswa pada tiap-tiap siklusnya; (2) Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan pelaksanaan model kooperatif dengan metode drill; (3) kemampuan guru dalam mengelola penerapan model kooperatif dengan metode drill, selama siklus 1, siklus 2, dan siklus 3 mengalami peningkatan yaitu dari kategori baik menjadi kategori sangat baik; (4) Respon siswa  MAN Model Banda Aceh terhadap kegiatan belajar mengajar menggunakan penerapan model kooperatif dengan metode drill pada materi turunan fungsi aljabar bersifat senang terhadap PBM yang dilaksanakan guru dan berminat untuk mengikuti PBM selanjutnya.






Model pembelajaran cooperative learning


ABSTRAK

Kata kunci: Model Cooperative Learning tipe Jigsaw, prestasi belajar
Model pembelajaran cooperative learning merupakan salah satu model pembelajaran yang menitikberatkan pada belajar secara kelompok. Salah satu tipe dari model cooperative learning adalah tipe Jigsaw. Jigsaw merupakan model pembelajaran yang menekankan siswa untuk saling memotivasi dan membantu dalam menguasai materi pelajaran melalui tim ahli guna mencapai prestasi yang maksimal. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui (1) Aktivitas guru dan siswa mencerminkan pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw; (2) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw; (3) Penerapan model cooperative learning tipe Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa; (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-4 SMA Negeri 11 Kota Banda Aceh yang berjumlah 32 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa pada pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola  pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw, dan angket respon siswa dalam kegiatan belajar mengajar melalui model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Aktivitas guru dan siswa mencerminkan pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw, hal ini terlihat pada aktivitas guru dan siswa dalam  membimbing dan berdiskusi di kelompok ahli, berdiskusi materi yang telah dibahas di kelompok ahli kepada kelompok asal, dan kelompok ahli mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas; (2) Keterampilan guru dalam penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw meningkat dari kategori sedang dengan skor 2,3; baik 2,73; dan sangat baik 3,56; (3) Persentase ketuntasan individual terjadi peningkatan dari siklus pertama 71,87%; siklus kedua 87,50%; dan siklus ketiga 93,75%. Persentase ketuntasan klasikal juga terjadi peningkatan dari  siklus pertama 60%; kedua 70%; dan ketiga 80%; (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw adalah 97% dari 32 siswa berpendapat bahwa belajar melalui model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari yaitu materi atmosfer, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran geografi pada materi atmosfer melalui model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.